Tweets by @citroen_id
Jadwal kegiatan CCIJ
- 14-15 Mei 2016, Temu Kangen CITROEN 2016
Bagi rekan-rekan yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi
CCIJ Sdr Angga 0856-1050193
CCB Sdr Bagdja 0858-46892302
CCIBogor Sdr Deddy 0856-8572362
CCIY Sdr Arief 0813-28708902
CCIS Sdr Yanuar 0856-40647183
CCIJatim Sdr Daniel 0816-15625631
CCIBali Sdr Kemal 0815-86599725
| |
Jambore Citroen Indonesia - Semarang 2012
( suara merdeka online )
PRODUSEN mobil Citroen sudah menghentikan produksinya di Indonesia sejak tahun 1990-an. Namun penggemarnya masih bertahan untuk nguri-nguri mobil produksi Perancis itu. Untuk merawatnya, onderdil yang diperlukan dibeli ke Malaysia, Singapura, hingga Belanda.
Klub Citroen menggelar kegiatan temu anggota dan mengelilingi Kota Semarang, Sabtu (30/6). Sebanyak 37 peserta datang dari Bandung, Denpasar, dan Jakarta. Mobil Citroen dengan ciri khas suspensi hidrolik tampak lebih rendah dari mobil keluaran terbaru.
�Mobilnya memang ceper tapi suspensinya empuk dan unik berupa hidrolik yang tidak dipunyai mobil lain,� kata Humas Citroen Club Indonesia Semarang, Isma Yanuar Tri Susilo.
Saking uniknya, menurut Yanuar, tidak semua bengkel bersedia memperbaiki kerusakan mobil. Sekalipun perbaikan pada sistem pendingin mobil. Di Semarang hanya ada beberapa bengkel yang khusus memperbaiki Citroen. Dalam temu anggota yang digelar akhir pekan lalu, dua montir dari bengkel tersebut turut dibawa. �Anggota sudah terbiasa memperbaiki, tapi ini sebagai jaga-jaga saja,� ujarnya.
Dalam temu anggota itu sejumlah tempat seperti Lawang Sewu, Gereja Blenduk, Pantai Marina, serta Museum Mandala Bakti. Konvoi berjalan sederhana tanpa pengawalan vorijdeer. Temu anggota berlangsung hingga Minggu (1/7), bertujuan untuk mempererat persaudaraan serta mempopulerkan Kota Semarang. �Kami ajak putar-putar ke tempat bersejarah di Semarang,� kata Yanuar.
Tidak Berharga
Perawatan mobil berumur puluhan tahun itu rutin dilakukan per bulan dengan biaya minimal ratusan ribu. Namun untuk suku cadang lain soal, sebab harus diburu ke luar negeri.
Paling dekat ke Malaysia dan Singapura karena mobil Citroen masih diproduksi di negara tetangga itu. �Kalau kantong pas-pasan, biasanya titip ke teman yang ke sana,� ujarnya.
Seorang teman Yanuar di klub Jakarta harus membeli suku cadang dalam jumah besar ke Belanda. Di toko Citroen itu mobil-mobil dipajang secara vertikal seperti mainan. Teman lainnya di Bandung bahkan menghabiskan dana hingga ratusan juta untuk membangun mobil Citroen rongsok. Kondisi mobil teronggok tak berharga selama 10 tahun. �Dia keluar uang setara membeli rumah mewah untuk merenovasi habis-habisan mobil,� katanya.
Mobil itu di mata masyarakat umum tidak berharga. Karena boros bahan bakar, onderdil sulit, dan perawatan mahal. Tak jarang mobil dibiarkan mangkrak bagi pemilik yang malas atau dijual dalam kondisi utuh dan dipisah-pisah untuk diloakkan. Yanuar sendiri membeli mobil seharga Rp 25 juta. Namun untuk mobil jenis DS yang hanya ada tiga di Indonesia harganya mencapai Rp 1 miliar. (Zakki Amali-69)
Tahun produksi mobil yang ikut dalam konvoi paling muda tahun 1994 dan paling tua tahun 1994. Beberapa jenis mobil Citroen yang ikut antara lain GS, BX, CX Pallas, Mehari, FAF, Dyent, dan 2cv. (Zakki Amali-69)
Previous News :
|